Guru HONORER to be PNS, sebuah pengharapan…………..

Awal mula………. si Uchup ini jebolan Islamic School, Pondok Pesantren yang ada di Lw. Liang Bogor, yaitu Ummul Quro tepatnya. Kemudian mendapat mandat dari Guru Besar, yaitu Pak Kiyai untuk mengabdi di Yayasan Manba’ul Ulum Pangolangan Burneh Bangkalan Madura, karena sudah menjadi amanat dari Sang Guru, akhirnya si Uchup pergi ke Madura menjadi seorang Teacher, walau si Uchup merasa tidak yakin bahwa dirinya bisa menjadi seorang Guru, memotivasi orang, memanage, dan merintis Yayasan yang tadinya Classic toward Modern. Dengan niat ikhlas nan tulus sambil tambah-tambah pengalaman, si Uchup memberanikan diri tampil menjadi sosok yang harus jadi panutan murid-muridnya.

Kebohongan sikap yang diada-adai atau rekayasa, menjadi kebiasaan si uchup, kenapa?karena ia tidak biasa dengan keadaan seperti itu. Akan tetapi didalam hatinya, ia tidak mau menjerumuskan murid-muridnya dengan modal ilmu yang amat sangat sedikit untuk diberikan, akhlak yang surut menyurut baik terutama dalam pantauan mereka. Begitu sulit bagi si Uchup untuk menjadi perfect terutama bagi murid-murid, karena ia hanya orang biasa yang tidak mempunyai kelebihan apapun.

Hari-hari demi hari telah dilalui si Uchup, sampai akhirnya tiba akhir pengabdiannya di pulau garam ini, begitu terasa pahit manisnya hidup, apalagi menjadi seseorang yang seperti orang yang lagi main film, memerankan sebuah skenario dan dituntut mendalami karakternya, padahal si aktor itu belum tentu seperti itu. Ya, itu juga tidak jauh dengan apa yang dialami si Uchup, ia memerankan karakter seorang guru, padahal ia tidak ada pantes-pantesnya jadi guru.

Tapi, diakhir perpisahan si Uchup dengan murid-muridnya juga dengan guru-guru lainnya, deraian air mata, tangisan dan senyuman yang manis terpancar dari mereka yang akan ditinggalkan oleh si ucHup, tak terkecuali masyarakat setempat. Si Uchup merasa senang bercampur sedih, karena harus berpisah dengan mereka yang menemani dan berkecimplung langsung selama kurang lebih 1 tahun. Senang karena ia sedikit banyak telah memerangi kebodohan. Mau dikata apa, perpisahanpun terjadi, si ucHup pulang ke kampung halamannya, yaitu di Bogor.

Kemudian, si ucHup ingin meraih impiannya menjadi seorang manager, maka ia pun masuk ke jenjang bangku kuliah, tepatnya di LP3i Bogor. perkuliahanpun dimulai, hari Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at adalah jadwal kuliah yang harus diikuti mahasiswa, adapun hari Rabu dan JSabtu libur. si Uchup ingin mengisi hari liburnya dengan kegiatan, ternyata kegiatan yang bisa ia lakukan adalah menjadi Guru HONORER di salah satu sekolah SD Negeri di wilayah Kabupaten Bogor. itulah yang dilalui si Uchup, kuliah……….., sabtu ngajar selama 2 tahun. si Uchup lulus dari LP3i dan diwisuda, setelah beberapa bulan si Uchup belum dapat kerja kantoran seperti yang ia harapkan, tapi pekerjaan mengajarnya masih terus berjalan.

Akhirnya si Uchup jadi orang kantoran, behind the table, buku…komputer…itulah yang ada di depannya. Hari mengajarpun tidak terganggu oleh pekerjaannya di kantor, ia masih bisa memberikan sedikit ilmunya kepada murid pada hari sabtu.

Singkat cerita, si Uchup ini sudah bosan, jemu dengan pekerjaan kantornya, apalagi yang namanya disiplin yang super ketat, yang terkadang menyampingkan HAM si Uchup, sampailah pada suatu keputusan bahwa ia resign dari perusahaan, dan ia ingin konsen dengan pekerjaan mengajarnya.

Saat ini si Uchup hanya seorang Guru honorer dan Mahasiwa UT semester 3 yang kuliahnya hanya hari Jum’at dan Minggu. Mungkin sudah bukan rahasia lagi, dari segi materil, gaji seorang Guru Honorer…….. jauh kemana-mana deh…..#:-S tapi ia berusaha menjadi orang yang selalu tabah dan ikhlas serta qona’ah.

PNS adalah harapan si Uchup, ia sangat berharap dikemudian nanti, ketika ia diangkat menjadi PNS (amiiiiiiiiiin…..), ingin feedback kepada orang yang telah banyak berbuat baik dan berbaik hati.

………Karena si Uchup bukan orang yang gampang melupakan jasa seseorang,

………Karena si uchup adalah orang suka berbalas budi dengan lebih baik dari orang yang telah berbuat baik kepadanya.

……….Karena si uchup adalah bukan orang yang suka merenggangkan tali persahabatan, persaudaraan.

……….dan karena si uchup adalah orang yang ingin sekali membahagiakan orang tuanya, juga orang yang menjadi pilihan hatinya.

    • Fajar
    • November 18th, 2008

    salam kenal mas…
    saya jg pengin jd PNS….

  1. UCHUP, semangat terus ya
    Salam hangat dari Tukang Mie

    • ikrar
    • November 19th, 2008

    wah mas ucup ini pns ya.
    enak nih dapet uang pensiunan

    BTW sedikit narsis lho😆
    bercanda…!!!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: